Pendiri Kerajaan Demak Adalah Raden Patah, Ini Silsilah Raja-Rajanya

admin_ijp

Pendiri Kerajaan Demak adalah Raden Patah, putra dari Prabu Brawijaya V, raja terakhir Kerajaan Majapahit. Raden Patah dinobatkan sebagai raja pertama sekaligus sultan Islam pertama di tanah Jawa, menandai berdirinya kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa.

Kalau kamu penasaran kenapa Kerajaan Demak dianggap penting dalam sejarah Nusantara, jawabannya ada di posisinya sebagai jembatan antara runtuhnya Majapahit yang bercorak Hindu-Buddha dengan bangkitnya kerajaan-kerajaan Islam di Jawa. Artikel ini membahas siapa sebenarnya pendiri Kerajaan Demak, asal usulnya, sampai urutan lengkap raja-raja yang pernah memerintah di sana.

Siapa pendiri Kerajaan Demak?

Seperti disebutkan di awal, pendiri Kerajaan Demak adalah Raden Patah. Semua sumber sejarah sepakat pada satu hal ini meski ada perbedaan detail soal tahun pastinya, Raden Patah-lah yang mendirikan dan menjadi raja pertama Kerajaan Demak.

Raden Patah awalnya adalah bangsawan Majapahit yang kemudian memisahkan diri dan membangun kekuatan baru di wilayah Demak, pesisir utara Jawa Tengah. Para wali, termasuk tokoh-tokoh dalam jajaran Wali Songo, berperan besar dalam mendukung dan menobatkan Raden Patah sebagai penguasa Demak yang bercorak Islam.

Setelah dinobatkan, Raden Patah memakai gelar Sultan Alam Akbar Al-Fatah, meski sebagian sejarawan mencatat gelar formal “Sultan” ala Jawa baru benar-benar dipakai belakangan oleh penguasa Banten pada abad ke-17. Terlepas dari perdebatan gelar, posisi Raden Patah sebagai raja kerajaan Demak yang pertama tidak diperdebatkan.

Asal usul Raden Patah dan hubungannya dengan Majapahit

Menurut versi Babad Tanah Jawi, Raden Patah lahir sekitar tahun 1455 di Palembang, Sumatra Selatan. Ibunya bernama Siu Ban Ci, seorang perempuan muslim keturunan Tionghoa yang sempat menjadi selir Prabu Brawijaya V sebelum akhirnya dipindahkan dari istana Majapahit dalam keadaan hamil.

Karena garis keturunan inilah Raden Patah disebut sebagai keturunan langsung raja terakhir Majapahit. Setelah dewasa, ia dikirim untuk belajar agama Islam di Jawa, salah satunya di bawah bimbingan Sunan Ampel, sebelum akhirnya membangun basis kekuasaannya sendiri di Demak.

Hubungan Raden Patah dengan Majapahit inilah yang membuat berdirinya Kerajaan Demak terasa seperti kelanjutan sekaligus penanda berakhirnya era Majapahit. Saat kekuatan Majapahit melemah akibat pergolakan internal, Raden Patah memanfaatkan momentum itu untuk membangun kekuatan baru yang bercorak Islam di pesisir utara Jawa.

Tahun berdirinya Kesultanan Demak, dua versi sejarah

Soal tahun pasti berdirinya kesultanan Demak, ada dua versi yang beredar di kalangan sejarawan. Kami menyampaikan keduanya karena sumber yang tersedia memang belum sepenuhnya seragam.

Versi pertama menyebut Kerajaan Demak berdiri pada tahun 1478 Masehi, bertepatan dengan candrasengkala “sirna ilang kertaning bumi” yang menandai runtuhnya Majapahit, sekaligus tahun ketika Raden Patah dinobatkan dan Masjid Agung Demak direnovasi dengan tambahan tiga trap.

Versi kedua menyebut Demak baru berdiri sebagai kerajaan terpisah bercorak Islam pada tahun 1500 Masehi. Karena perbedaan ini, kalau kamu menemukan sumber yang menyebut salah satu dari dua tahun tersebut, keduanya sama-sama punya dasar historis dan tidak sepenuhnya keliru.

Daftar raja-raja Kerajaan Demak dari Raden Patah sampai Sunan Prawoto

Nama raja Kerajaan Demak yang tercatat dalam sejarah ada empat orang, berurutan dari yang pertama sampai terakhir. Berikut rangkumannya beserta masa pemerintahan masing-masing menurut catatan yang paling umum dipakai:

Urutan Nama raja Masa pemerintahan
1 Raden Patah sekitar 1500 – 1518 M
2 Pati Unus (Pangeran Sabrang Lor) 1518 – 1521 M
3 Sultan Trenggana 1521 – 1546 M
4 Sunan Prawoto 1546 – 1549 M

Pati Unus, raja kedua, dikenal lewat julukan Pangeran Sabrang Lor karena memimpin ekspedisi besar melawan Portugis di Malaka menggunakan ratusan kapal dari Jawa. Meski ekspedisinya tidak berhasil merebut kembali Malaka, keberaniannya membuat namanya diingat sebagai panglima perang.

Raja ketiga, Sultan Trenggana, adalah puncak kejayaan Kerajaan Demak. Di masa pemerintahannya, wilayah kekuasaan Demak meluas sampai ke Jawa Barat, dan pengaruh Islam semakin kuat menyebar di Pulau Jawa. Raja keempat sekaligus terakhir, Sunan Prawoto, adalah putra Sultan Trenggana yang naik takhta menggantikan ayahnya sebelum akhirnya tewas dibunuh dalam konflik perebutan kekuasaan.

Akhir kekuasaan Kerajaan Demak

Kerajaan Demak runtuh tidak lama setelah kematian Sunan Prawoto. Ia dibunuh oleh utusan Arya Penangsang, Adipati Jipang, yang juga mengincar takhta Demak dalam konflik perebutan kekuasaan sepeninggal Sultan Trenggana.

Konflik ini akhirnya dimenangkan oleh Jaka Tingkir, menantu Sultan Trenggana, yang berhasil mengalahkan Arya Penangsang. Pusat kekuasaan kemudian berpindah dari Demak ke Pajang, menandai berakhirnya era Kesultanan Demak dan dimulainya Kerajaan Pajang.

Meski masa kejayaannya relatif singkat, warisan Kerajaan Demak tetap besar, terutama dalam penyebaran Islam di Jawa dan peninggalan arsitektur seperti Masjid Agung Demak yang masih berdiri sampai sekarang. Kalau kamu tertarik dengan peninggalan sejarah Jawa Tengah lainnya, kamu juga bisa baca bagaimana Candi Borobudur berdiri yang dibangun jauh sebelum era Kerajaan Demak.

FAQ

Siapa raja pertama Kerajaan Demak?

Raja pertama sekaligus pendiri Kerajaan Demak adalah Raden Patah, putra Prabu Brawijaya V dari Majapahit. Ia dinobatkan sebagai penguasa Demak dengan dukungan para wali penyebar Islam di Jawa.

Kerajaan Demak didirikan oleh siapa?

Kerajaan Demak didirikan oleh Raden Patah, yang juga dikenal sebagai keturunan raja terakhir Majapahit. Ia membangun kekuatan baru bercorak Islam di wilayah Demak setelah Majapahit melemah.

Berapa lama Kerajaan Demak berdiri?

Kerajaan Demak berdiri sekitar setengah abad, dari akhir abad ke-15 atau awal abad ke-16 sampai keruntuhannya sekitar tahun 1549. Sepanjang masa itu, Demak dipimpin oleh empat raja berturut-turut.

Siapa saja raja-raja Kerajaan Demak?

Ada empat raja Kerajaan Demak secara berurutan, yaitu Raden Patah, Pati Unus, Sultan Trenggana, dan Sunan Prawoto. Sultan Trenggana dikenal sebagai raja yang membawa Demak ke puncak kejayaannya.

Bagaimana Kerajaan Demak akhirnya runtuh?

Kerajaan Demak runtuh setelah Sunan Prawoto tewas dibunuh dalam konflik perebutan takhta melawan Arya Penangsang. Kekuasaan kemudian berpindah ke Jaka Tingkir yang mendirikan Kerajaan Pajang sebagai penerusnya.

Itulah penjelasan lengkap soal pendiri Kerajaan Demak, Raden Patah, sampai urutan raja-raja yang memerintah setelahnya hingga kerajaan ini runtuh. Karena beberapa detail sejarah seperti tahun pasti berdirinya kerajaan masih punya versi berbeda di kalangan sejarawan, ada baiknya kamu membandingkan beberapa sumber lain seperti situs Kemdikbud atau jurnal sejarah kalau butuh rujukan yang lebih mendalam.

Artikel Terkait

Tags

Artikel Terbaru