Arti Awon dalam Bahasa Jawa

Rully Wahyuni

Awon dalam bahasa Jawa artinya jelek atau buruk. Kata ini merupakan bentuk krama (halus) yang dipakai untuk berbicara sopan kepada orang yang lebih tua atau dihormati, sedangkan bentuk ngoko-nya adalah “ala” atau “elek”. “Awon” umumnya dipakai untuk menggambarkan kualitas, sikap, atau kondisi yang tidak baik.

Apa Itu “Awon”? Penjelasan Lengkap

Secara harfiah, awon berarti “jelek”, “buruk”, atau “tidak baik”. Kata ini termasuk tingkatan krama, sehingga cocok dipakai dalam percakapan yang lebih formal atau ketika berbicara dengan orang yang lebih tua, atasan, maupun tamu, sebagai bentuk unggah-ungguh (tata krama) khas budaya Jawa. Bentuk ngoko dari kata ini adalah “ala” atau “elek”, yang dipakai dalam percakapan santai antarteman sebaya.

Makna awon tidak terbatas pada penampilan fisik saja, tetapi juga bisa merujuk pada sifat, perilaku, atau nasib yang buruk. Misalnya, seseorang bisa disebut memiliki “watak awon” (watak buruk), atau suatu kejadian disebut “kedadeyan awon” (kejadian buruk). Penggunaan kata ini mencerminkan penilaian negatif terhadap sesuatu, namun tetap disampaikan dengan register bahasa yang halus.

Contoh Penggunaan dalam Kalimat

Berikut beberapa contoh kalimat yang memakai kata “awon”:

1. “Panjenengan sampun ngendika bab awon punika.” — Bapak/Ibu sudah membicarakan hal buruk itu.
2. “Griyanipun awon amargi mboten dipun rumat.” — Rumahnya jelek karena tidak dirawat.
3. “Sampun ampun ngendikan awon dhateng tiyang sanes.” — Jangan berbicara buruk kepada orang lain.

Contoh-contoh di atas menunjukkan bagaimana “awon” dipakai dalam kalimat berbahasa krama yang sopan, cocok untuk situasi formal.

Kata Terkait / Sinonim dalam Bahasa Jawa

Kata yang semakna dengan “awon” dalam ragam ngoko adalah “ala” dan “elek”. Sementara lawan katanya adalah “sae” (krama) atau “apik” (ngoko), yang berarti baik atau bagus.

Penutup

Demikian penjelasan mengenai arti kata “awon” dalam bahasa Jawa beserta contoh kalimatnya. Mengenal perbedaan ngoko dan krama seperti ini penting agar bisa berbahasa Jawa dengan tepat sesuai konteks.

Artikel Terkait

Tags

Artikel Terbaru