Kemaki dalam bahasa Jawa artinya belagu, sombong, atau angkuh, biasanya digunakan untuk menyebut orang yang suka pamer kemampuan maupun harta dan merasa dirinya lebih hebat daripada orang lain. Kata ini termasuk kosakata gaul yang sangat sering dipakai dalam percakapan sehari-hari.
Apa Itu "Kemaki"? Penjelasan Lengkap
Secara harfiah, kemaki berarti belagu, sombong, arogan, atau sok pamer. Kata ini menggambarkan sifat negatif seseorang yang senang menonjolkan diri, merendahkan orang lain, dan ingin selalu dipuji atau dihormati karena harta, kepandaian, maupun status sosialnya.
Dari sisi tingkatan bahasa, kemaki tergolong tembung ngoko kasar yang bersifat kasual dan cenderung menyindir, sehingga lebih pas dipakai dalam obrolan santai antarteman ketimbang percakapan formal. Kata ini juga tergolong bahasa gaul yang tetap eksis dan makin populer di media sosial belakangan ini, meski sudah lama dipakai dalam percakapan sehari-hari masyarakat Jawa.
Ciri orang yang disebut kemaki biasanya suka menyombongkan diri di depan orang lain, memandang remeh orang di sekitarnya, dan selalu ingin tampil lebih unggul dibanding yang lain.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
Berikut beberapa contoh kalimat menggunakan kata kemaki:
- “Ora usah kemaki, wong kabeh iku podho wae.” (Tidak usah sombong, semua orang itu sama saja.)
- “Bocah kuwi katon kemaki merga duwe motor anyar.” (Anak itu kelihatan belagu karena punya motor baru.)
- “Aja kemaki yen durung sukses temenan.” (Jangan sombong kalau belum benar-benar sukses.)
Kata Terkait / Sinonim dalam Bahasa Jawa
Beberapa kata yang mirip dengan kemaki antara lain kemlinthi (sok tahu atau sok hebat) dan kemayu, meski kemayu lebih merujuk pada sikap genit atau manja yang berlebihan, bukan kesombongan.
Penutup
Itulah arti kemaki dalam bahasa Jawa beserta contoh penggunaannya. Kata ini menjadi pengingat agar tetap rendah hati dan tidak berlebihan dalam bersikap kepada sesama.












