10 Kota dan Kabupaten Termiskin di Jawa Tengah 2024

Muhammad Syahid

Kota termiskin di jawa tengah
Foto ikon Kota Kebumen yang merupakan salah satt kota termiskin di Jawa Tengah

Kemiskinan masih menjadi tantangan serius bagi banyak daerah di Indonesia, termasuk Provinsi Jawa Tengah. Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, tingkat kemiskinan di Jawa Tengah tercatat sebesar 10,47%, yang berarti sekitar 3,7 juta penduduk masih hidup di bawah garis kemiskinan.

Meskipun berbagai upaya telah dilakukan, beberapa kota dan kabupaten tetap berada dalam posisi sulit akibat keterbatasan infrastruktur, akses pendidikan, hingga ketergantungan pada sektor informal.

Daftar 10 Kota dan Kabupaten Termiskin di Jawa Tengah

Berikut adalah daftar wilayah dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Jawa Tengah berdasarkan data resmi BPS 2024:

  1. Kabupaten Kebumen โ€“ 15,71%
  2. Kabupaten Brebes โ€“ 15,6%
  3. Kabupaten Wonosobo โ€“ 15,28%
  4. Kabupaten Pemalang โ€“ 14,92%
  5. Kabupaten Banjarnegara โ€“ 14,71%
  6. Kabupaten Purbalingga โ€“ 14,18%
  7. Kabupaten Rembang โ€“ 14,02%
  8. Kabupaten Sragen โ€“ 12,41%
  9. Kabupaten Klaten โ€“ 12,04%
  10. Kabupaten Banyumas โ€“ 11,95%

Sebagai perbandingan, Kota Semarang tercatat memiliki tingkat kemiskinan terendah di Jawa Tengah, yaitu hanya 4,03%.

Baca juga: 10 Kabupaten Terluas di Jawa Tengah

Penyebab Kemiskinan di Daerah Tertinggal

Beberapa faktor utama yang menyebabkan tingginya angka kemiskinan di wilayah-wilayah tersebut antara lain:

  • Keterbatasan Infrastruktur: Banyak daerah belum memiliki akses jalan, listrik, atau air bersih yang memadai.
  • Minimnya Akses Pendidikan dan Kesehatan: Rendahnya tingkat pendidikan dan keterbatasan fasilitas kesehatan memperburuk kondisi ekonomi warga.
  • Ketergantungan pada Sektor Pertanian Tradisional: Sebagian besar penduduk masih menggantungkan hidup pada pertanian konvensional dengan produktivitas rendah.

Kesimpulan

Kemiskinan di Jawa Tengah masih menjadi masalah struktural yang memerlukan perhatian serius. Meskipun terjadi tren penurunan secara umum, kenyataannya masih banyak daerah yang terjebak dalam lingkaran ketertinggalan. Diperlukan pendekatan terintegrasi yang melibatkan pemerintah, swasta, dan masyarakat agar pemerataan pembangunan dapat tercapai dan kemiskinan benar-benar dapat ditekan di seluruh wilayah Jawa Tengah.

Artikel Terkait

Tags

Artikel Terbaru