Arti Lungo dalam Bahasa Jawa

Rully Wahyuni

Lungo dalam bahasa Jawa artinya pergi. Kata ini termasuk tembung ngoko yang biasa dipakai dalam percakapan sehari-hari antara teman sebaya, saudara dekat, atau kepada orang yang lebih muda. Karena tergolong ngoko, penggunaannya terasa santai dan akrab, bukan untuk situasi formal atau kepada orang yang harus dihormati.

Apa Itu "Lungo"? Penjelasan Lengkap

Secara harfiah, lungo berarti “pergi” atau “berangkat meninggalkan suatu tempat”. Kata ini merupakan bentuk ngoko dari kata dasar “lunga”, yang dalam beberapa dialek diucapkan lungo (dengan akhiran vokal /o/), terutama di wilayah Jawa Tengah bagian pesisir seperti Tegal dan sekitarnya.

Dalam sistem unggah-ungguh basa (tingkatan bahasa Jawa), lungo/lunga berada di level ngoko, yaitu tingkat bahasa yang paling kasual. Jika ingin bicara lebih halus, terutama kepada orang yang lebih tua atau dihormati, kata ini berubah menjadi kesah (krama lugu) atau tindak (krama alus/inggil). Ketiganya sama-sama berarti “pergi”, namun dipakai pada konteks kesopanan yang berbeda.

Selain bentuk dasar, ada juga ungkapan populer seperti “trimo lungo” yang berarti “lebih baik pergi” atau menggambarkan sikap pasrah meninggalkan suatu keadaan yang tidak nyaman.

Contoh Penggunaan dalam Kalimat

Berikut beberapa contoh kalimat menggunakan kata lungo beserta artinya:

  • Ngoko: “Aku arep lungo dhisik, engko bali maneh.” (Aku mau pergi dulu, nanti kembali lagi.)
  • Ngoko: “Ojo lungo, tak jak mangan bareng.” (Jangan pergi, aku ajak makan bersama.)
  • Krama Lugu (padanan halus): “Kula badhe kesah rumiyin.” (Saya mau pergi dulu.)

Perhatikan bahwa lungo hanya cocok dipakai kepada teman sebaya atau orang yang lebih muda. Jika lawan bicara adalah orang tua atau orang yang dihormati, sebaiknya gunakan kesah atau tindak agar tetap sopan.

Kata Terkait / Sinonim dalam Bahasa Jawa

Beberapa kata yang berkaitan erat dengan lungo antara lain kesah (krama lugu untuk “pergi”) dan tindak (krama alus/inggil untuk “pergi”). Ketiganya menunjukkan bagaimana satu makna dalam bahasa Jawa bisa memiliki beberapa bentuk kata tergantung tingkat kesopanan yang dibutuhkan.

Penutup

Itulah arti lungo dalam bahasa Jawa beserta tingkatan dan contoh penggunaannya. Memahami perbedaan ngoko, krama lugu, dan krama alus penting agar komunikasi dalam bahasa Jawa tetap sopan sesuai lawan bicara.

Artikel Terkait

Tags

Artikel Terbaru