Sukoharjo, 1 Agustus 2026 – Sebanyak lebih dari 50 anggota Karang Taruna di Dukuh Bakalan Desa Mertan mengikuti sosialisasi bertajuk “Edukasi Personal Finance demi Menuju Kemandirian Ekonomi Masyarakat” yang digelar mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro, Sabtu (1/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di balai pertemuan ini menyasar generasi muda desa agar lebih melek finansial sejak dini.
Program kerja ini digagas oleh Affan Al Farizi, mahasiswa KKN Tim II Undip, sebagai bagian dari program kerja Sosial Kemasyarakatan (Sosmas). Dalam pemaparannya, Affan menekankan pentingnya pencatatan keuangan harian sebagai fondasi utama pengelolaan keuangan pribadi yang sehat.
“Banyak orang tidak sadar ke mana uangnya pergi setiap bulan karena tidak pernah mencatat. Padahal mencatat itu langkah paling sederhana, tapi paling menentukan. Dari situ kita bisa tahu kebocoran dana, sekaligus menghindari gaya hidup besar pasak daripada tiang,” ujar Affan di hadapan peserta.

Materi yang disampaikan mencakup pengertian personal finance, perbedaan mendasar antara kebutuhan (needs) dan keinginan (wants), hingga metode penganggaran 50/30/20 yang populer diterapkan untuk mengalokasikan pendapatan bulanan ke pos kebutuhan, keinginan, serta tabungan dan investasi. Peserta juga diperkenalkan pada konsep spending cap sebagai batas maksimal pengeluaran guna mencegah utang konsumtif.
Kegiatan ini merujuk pada data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang mencatat indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia meningkat dari 21,84 persen pada 2013 menjadi 49,68 persen pada 2022. Meski tren positif, angka tersebut menunjukkan masih banyak masyarakat, termasuk kalangan muda, yang belum sepenuhnya memahami cara mengelola keuangan dengan baik.
Selain soal anggaran, Affan turut mengingatkan peserta akan pentingnya membangun dana darurat sebelum mulai berinvestasi, serta mengenalkan prinsip 2L (Legal dan Logis) dari OJK sebagai bekal agar generasi muda tidak mudah tergiur tawaran investasi bodong maupun pinjaman online ilegal yang marak menyasar kalangan muda melalui media sosial.
Sebagai penutup sosialisasi, Affan mengutip pandangan investor kawakan Warren Buffett soal pentingnya mendahulukan tabungan sebelum belanja, sekaligus mengajak peserta untuk mulai mempraktikkan kebiasaan mencatat pengeluaran harian, baik secara manual maupun lewat aplikasi pencatatan keuangan digital.
Ketua Karang Taruna Iwan Pandu Prasetyo, menyambut baik kegiatan ini dan berharap materi yang diperoleh dapat langsung diterapkan oleh anggotanya. “Materinya sangat relevan buat kami anak muda, apalagi soal bedain kebutuhan dan keinginan. Semoga ke depan bisa lebih rutin nyisihin uang buat tabungan,” katanya.
Program sosialisasi ini turut dilengkapi modul cetak berjudul “Modul Personal Finance: Menuju Kemandirian Ekonomi Masyarakat” sebagai panduan tertulis, sehingga materi dapat terus dipelajari dan dipraktikkan secara mandiri meski kegiatan KKN Undip telah usai. Rangkaian sosialisasi ditutup dengan penyerahan modul tersebut secara simbolis dari Affan kepada Ketua Karang Taruna sebagai tanda keberlanjutan program agar materi dapat terus disosialisasikan secara internal oleh pengurus karang taruna kepada anggota lainnya.
Selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)
Program kerja ini sejalan dengan sejumlah poin dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), di antaranya:
- SDG 1 Tanpa Kemiskinan: pengelolaan keuangan yang baik membantu individu dan keluarga mencegah jebakan utang konsumtif serta membangun ketahanan ekonomi dari level rumah tangga.
- SDG 4 Pendidikan Berkualitas: kegiatan ini merupakan bentuk edukasi nonformal yang meningkatkan literasi keuangan generasi muda di luar jalur pendidikan formal.
- SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi: peningkatan literasi dan inklusi keuangan generasi muda mendorong produktivitas ekonomi serta kemandirian finansial yang berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal.
- SDG 10 Berkurangnya Kesenjangan: edukasi keuangan yang menyasar langsung kelompok muda di tingkat desa membantu memperluas akses pengetahuan finansial yang selama ini lebih banyak dinikmati masyarakat perkotaan.
Dengan sosialisasi ini, mahasiswa KKN Tim II Undip berharap dapat menumbuhkan kesadaran generasi muda desa akan pentingnya mengelola keuangan pribadi secara sehat, sebagai salah satu fondasi menuju kemandirian ekonomi masyarakat secara lebih luas.
