Ada banyak makanan khas Jogja selain gudeg seperti sate klathak yang gurih, oseng-oseng mercon yang super pedas, brongkos berkuah santan kaya rempah, hingga camilan manis seperti yangko dan geplak. Setiap makanan memiliki cita rasa unik, mulai dari manis, gurih, hingga pedas, dan menjadi bagian dari kekayaan kuliner tradisional Yogyakarta.
Artikel ini akan membawa kamu mengenal 15 kuliner khas Jogja selain gudeg yang tak boleh dilewatkan saat berkunjung ke Kota Pelajar.
Daftar Makanan Khas Jogja Selain Gudeg
Dari Sate Klathak hingga Mie Lethek, inilah makanan khas Yogyakarta selain gudeg yang patut kamu coba.
1. Sate Klathak
Sate Klathak merupakan kuliner khas dari Bantul, Yogyakarta, yang menyajikan potongan daging kambing muda hanya dengan bumbu sederhana berupa garam dan merica.
Uniknya, sate ini ditusuk menggunakan jeruji sepeda dari besi, memungkinkan panas meresap sempurna ke dalam daging. Salah satu tempat paling legendaris untuk mencicipi hidangan ini adalah Sate Klathak Pak Pong di daerah Jejeran.
2. Oseng-oseng Mercon
Oseng-oseng Mercon adalah hidangan super pedas yang berbahan dasar tetelan daging sapi, kikil, dan jeroan. Disebut “mercon” karena rasa pedasnya yang meledak-ledak di mulut.
Hidangan ini menjadi salah satu makanan khas Jogja selain gudeg yang banyak diburu wisatawan, khususnya pecinta kuliner ekstrem dan pedas. Tempat populer yang menyajikan oseng ini adalah Warung Bu Narti di kawasan Ngampilan, Yogyakarta, yang terkenal sejak tahun 1990-an dan kini menjadi ikon kuliner malam Jogja.
3. Brongkos
Brongkos adalah semur khas dengan kuah santan yang pekat dan kaya rempah, menggunakan kacang tolo, daging sapi, telur rebus, dan keluak. Hidangan ini sering disajikan di lingkungan keraton dan menjadi favorit para sultan.
Di antara berbagai makanan khas Jogja selain gudeg, brongkos menonjol karena perpaduan rasa gurih, manis, dan sedikit pahit dari keluak yang menciptakan sensasi kompleks di lidah. Salah satu tempat legendaris untuk mencicipi brongkos adalah Warung Handayani di dekat Alun-Alun Kidul Yogyakarta, yang telah berdiri sejak tahun 1970-an.
4. Mie Lethek
Mie Lethek terbuat dari tepung singkong dan tanpa bahan pengawet atau pewarna, sehingga warnanya tampak kusam (lethek). Disajikan dalam bentuk goreng atau godhog (rebus), mi ini merupakan kuliner sehat khas daerah Srandakan, Bantul.
5. Mangut Lele
Mangut Lele merupakan salah satu makanan khas Jogja selain gudeg yang menggunakan ikan lele sebagai bahan utama. Ikan lele terlebih dahulu diasap hingga beraroma khas, kemudian dimasak dalam kuah santan kental yang diberi bumbu rempah dan cabai, menghasilkan cita rasa gurih, pedas, dan berlapis.
Proses pengasapan ini tidak hanya memperkaya rasa, tetapi juga membuat tekstur lele lebih padat dan nikmat saat disantap. Salah satu tempat legendaris untuk menikmati mangut lele otentik adalah Warung Mbah Marto yang berlokasi di Kasihan, Bantul, dan telah menjadi tujuan favorit pecinta kuliner tradisional Yogyakarta.
Baca juga: Contoh Makanan Khas Dari Jawa Tengah
6. Nasi Kucing dan Angkringan
Nasi kucing merupakan salah satu makanan khas Jogja selain gudeg yang sangat identik dengan budaya angkringan. Hidangan ini terdiri dari porsi kecil nasi putih yang dilengkapi lauk sederhana seperti sambal, tempe goreng, atau ikan teri.
Dinamakan ‘nasi kucing’ karena porsinya yang kecil, mirip dengan porsi makan untuk kucing. Sajian ini populer di kalangan mahasiswa, warga lokal, hingga wisatawan karena harganya yang sangat terjangkau dan atmosfer angkringan yang hangat dan egaliter. Angkringan sendiri adalah warung tradisional kaki lima yang buka hingga malam hari, menjadi simbol gaya hidup sederhana masyarakat Jogja.
7. Jadah Tempe

Jadah Tempe adalah salah satu makanan khas Jogja selain gudeg yang berasal dari kawasan Kaliurang, Sleman. Hidangan tradisional ini mengombinasikan jadah, yaitu ketan putih yang ditumbuk hingga padat dan memiliki tekstur kenyal, dengan tempe bacem yang dimasak menggunakan gula merah dan rempah hingga beraroma manis legit.
Perpaduan rasa gurih dari jadah dan manis-karamel dari tempe bacem menciptakan harmoni cita rasa yang unik dan autentik. Makanan ini sering disantap sebagai camilan sore hari atau bekal perjalanan saat menikmati udara sejuk kawasan pegunungan Kaliurang.
8. Tiwul
Tiwul merupakan salah satu makanan khas Jogja selain gudeg yang berasal dari wilayah Gunungkidul. Makanan ini terbuat dari gaplek, yaitu singkong yang dikeringkan terlebih dahulu sebelum diolah. Setelah melalui proses penumbukan dan pengukusan, tiwul menghasilkan tekstur yang agak kasar namun tetap empuk saat disantap.
Rasanya cenderung manis alami karena kandungan gula pada singkong yang meningkat saat dikeringkan. Dahulu, tiwul digunakan sebagai makanan pokok pengganti nasi, terutama pada masa-masa sulit. Kini, tiwul justru menjadi bagian dari warisan kuliner tradisional yang semakin diminati, baik sebagai makanan utama maupun camilan khas daerah pegunungan.
9. Geplak
Geplak adalah makanan khas Jogja selain gudeg yang terbuat dari campuran parutan kelapa dan gula, lalu dibentuk menjadi bulatan kecil berwarna cerah seperti merah muda, hijau, atau kuning. Cita rasanya sangat manis dengan tekstur lembut namun sedikit berserat dari kelapa.
Geplak biasanya dikemas dalam wadah menarik dan menjadi salah satu oleh-oleh favorit wisatawan karena keunikan tampilan serta daya tahannya yang cukup lama tanpa pengawet.
10. Yangko
Yangko adalah salah satu makanan khas Jogja selain gudeg yang berbentuk kotak mungil dan berwarna-warni cerah. Terbuat dari tepung ketan, kue ini memiliki tekstur kenyal menyerupai mochi dengan rasa manis yang legit.
Di bagian luar, yangko biasanya dilapisi gula halus yang menambah sensasi lembut saat digigit. Jajanan tradisional ini menjadi oleh-oleh favorit dari Yogyakarta karena tampilannya yang menarik dan cita rasanya yang khas.
Baca juga: Rekomendasi Makanan Khas Semarang
11. Ayam Goreng Kalasan
Ayam Kalasan merupakan makanan khas Jogja selain gudeg yang berasal dari wilayah Kalasan, Sleman. Daging ayam dimasak menggunakan bumbu tradisional yang meresap hingga ke dalam, kemudian digoreng hingga kering dan disajikan bersama kremesan yang renyah dan gurih. Rasanya cenderung gurih, sedikit manis, dengan aroma rempah yang khas. Hidangan ini kerap dinikmati bersama nasi hangat, lalapan, dan sambal, dan telah dikenal luas hingga ke mancanegara sebagai salah satu ikon kuliner khas Yogyakarta.
12. Krecek
Krecek adalah makanan khas Jogja selain gudeg yang biasanya menemani gudeg, namun juga lezat disantap sebagai lauk utama. Terbuat dari kulit sapi yang telah dikeringkan, krecek dimasak bersama santan dan sambal hingga menghasilkan kuah kental berwarna kemerahan.
Teksturnya kenyal dan empuk, dengan cita rasa yang gurih, pedas, dan kaya rempah. Hidangan ini kerap menjadi pelengkap nasi gudeg atau sajian mandiri yang menggugah selera.
13. Cenil
Cenil adalah makanan khas Jogja selain gudeg yang termasuk dalam jajanan pasar tradisional dengan tekstur kenyal dan tampilan warna-warni yang menggoda. Terbuat dari tepung tapioka yang dibentuk menjadi bulatan kecil, cenil biasanya direbus hingga matang lalu disajikan dengan taburan parutan kelapa dan siraman gula merah cair.
Rasanya manis dan lembut, dengan sensasi lengket yang khas saat dikunyah. Cemilan ini sering dijumpai di pasar tradisional atau acara hajatan, menjadi simbol kelezatan kuliner sederhana khas Yogyakarta.
14. Soto Bathok
Soto Bathok adalah salah satu makanan khas Jogja selain gudeg yang disajikan dengan cara unik menggunakan wadah dari batok kelapa. Hidangan ini terdiri dari potongan daging sapi yang empuk, tauge segar, irisan daun seledri, dan bawang goreng, disiram kuah bening gurih yang ringan namun kaya rasa. Penyajian dalam batok kelapa memberikan sensasi tradisional yang khas dan menambah daya tarik tersendiri bagi para penikmat kuliner lokal.
15. Bakpia
Bakpia Pathok adalah salah satu makanan khas Jogja selain gudeg yang sangat populer sebagai oleh-oleh. Kue ini berbentuk bulat pipih dengan kulit tipis dan tekstur lembut, awalnya berisi kacang hijau yang manis dan halus. Seiring waktu, bakpia kini tersedia dalam berbagai varian rasa modern seperti keju, cokelat, durian, dan teh hijau. Rasanya manis dan lembut, cocok dinikmati bersama teh atau kopi, menjadikannya camilan khas Yogyakarta yang digemari berbagai kalangan.
Penutup
Yogyakarta tak hanya tentang gudeg. Kota ini menyimpan ragam kuliner khas yang layak dicicipi. Dari sate klathak hingga cenil, setiap hidangan memiliki cerita dan cita rasa unik yang memperkaya pengalaman wisata kuliner di Kota Pelajar.













