Arti Sanes dalam Bahasa Jawa

Rully Wahyuni

Sanes dalam bahasa Jawa artinya “bukan” atau “tidak”. Kata ini termasuk dalam ragam bahasa Jawa krama alus, sehingga terdengar lebih sopan dan halus dibanding padanannya dalam ngoko.

Apa Itu “Sanes”?

Sanes adalah kosakata bahasa Jawa krama alus yang berfungsi untuk menyangkal, menolak, atau membedakan sesuatu dari hal lain. Dalam bahasa Indonesia, sanes paling sering diterjemahkan sebagai “bukan”, meski dalam konteks tertentu bisa juga bermakna “selain” atau “kecuali”.

Karena tergolong krama alus, kata ini lazim dipakai saat berbicara dengan orang yang lebih tua, di forum resmi, atau dalam situasi yang menuntut kesopanan. Berbeda dengan padanan ngokonya, “dudu”, yang terasa lebih kasual dan akrab, “sanes” memberi kesan hormat kepada lawan bicara. Penutur bahasa Jawa yang terbiasa unggah-ungguh basa (tata krama berbahasa) akan otomatis beralih ke “sanes” ketika lawan bicaranya dihormati.

Contoh Penggunaan “Sanes” dalam Kalimat

Berikut beberapa contoh kalimat yang menggunakan kata “sanes” beserta artinya:

  • “Niki ponakan kulo, sanes yugo kulo.” — “Ini keponakan saya, bukan anak saya.”
  • “Menika sanes griya kulo, nanging griyanipun sederek kulo.” — “Itu bukan rumah saya, melainkan rumah saudara saya.”
  • “Kula sanes tiyang mriki.” — “Saya bukan orang sini.”

Dari contoh-contoh tersebut terlihat bahwa “sanes” selalu diikuti oleh kata benda atau frasa yang disangkal, persis seperti fungsi kata “bukan” dalam bahasa Indonesia.

Istilah Terkait dengan “Sanes”

Ada beberapa kata lain dalam bahasa Jawa yang maknanya berdekatan dengan “sanes”, di antaranya “dudu” (ngoko, artinya “bukan”) dan “boten” (krama alus, artinya “tidak”). Perbedaannya terletak pada tingkat kesopanan (unggah-ungguh) dan objek yang disangkal.

Memahami arti dan penggunaan “sanes” membantu memperkaya kemampuan berbahasa Jawa krama, khususnya saat berkomunikasi secara sopan dengan orang yang lebih dihormati.

Artikel Terkait

Tags

Artikel Terbaru