Rungkad dalam bahasa Jawa artinya “tumbang”, “roboh”, atau “hancur berkeping-keping” hingga tercabut sampai ke akar-akarnya. Kata ini kemudian populer di kalangan anak muda sebagai bahasa gaul untuk menggambarkan perasaan hancur atau terpuruk.
Apa Itu “Rungkad”?
Secara harfiah, rungkad menggambarkan sesuatu yang roboh total, seperti pohon besar yang tumbang beserta akarnya, atau bangunan yang runtuh rata dengan tanah. Kata ini tergolong ragam bahasa Jawa ngoko kasar, sehingga lazim dipakai dalam percakapan informal antarteman atau orang yang sudah akrab.
Seiring waktu, makna “rungkad” meluas ke ranah emosional, terutama setelah dipopulerkan lewat lagu berjudul “Rungkad” yang dibawakan Happy Asmara. Dalam konteks bahasa gaul di media sosial seperti TikTok dan Instagram, “rungkad” kini sering dipakai untuk menggambarkan hati yang hancur, perasaan kecewa berat, atau kondisi hidup yang terasa berantakan, mirip dengan ungkapan “down” dalam bahasa Inggris.
Contoh Penggunaan “Rungkad” dalam Kalimat
Berikut contoh penggunaan kata “rungkad” beserta artinya:
- “Wit gedhe kae rungkad amarga angin kenceng.” — “Pohon besar itu tumbang karena angin kencang.”
- “Atiku iki wis rungkad.” — “Hatiku ini sudah hancur.”
- “Rungkad tenan uripku wingi kae.” — “Benar-benar hancur hidupku kemarin itu.”
Contoh pertama menunjukkan makna harfiah rungkad sebagai “tumbang”, sedangkan dua contoh berikutnya memperlihatkan makna kiasannya dalam konteks perasaan.
Istilah Terkait dengan “Rungkad”
Kata “ambruk” (roboh) dan “ajur” (hancur lebur) memiliki makna yang berdekatan dengan “rungkad”, baik secara harfiah maupun kiasan, dan sama-sama populer digunakan dalam bahasa gaul sehari-hari.
Perkembangan makna “rungkad” dari istilah harfiah menjadi ungkapan perasaan menunjukkan bagaimana bahasa Jawa terus hidup dan beradaptasi mengikuti tren budaya populer generasi muda.












