Arti Cidro dalam Bahasa Jawa

Rully Wahyuni

Cidro dalam bahasa Jawa artinya ingkar janji atau pengkhianatan, dan dalam konteks perasaan bisa juga berarti sakit hati atau patah hati akibat dikhianati seseorang. Kata ini menjadi sangat populer berkat lagu campursari “Cidro” karya musisi legendaris Didi Kempot.

Apa Itu “Cidro”? Penjelasan Lengkap

Cidro termasuk ragam bahasa ngoko yang bisa berfungsi sebagai kata kerja maupun kata sifat. Sebagai kata kerja, cidro berarti berkhianat, curang, atau tidak menepati janji. Sebagai kata sifat, cidro menggambarkan perasaan sakit hati, terluka, atau patah hati karena perbuatan seseorang yang mengingkari janji atau mengkhianati kepercayaan.

Kata ini termasuk kosakata gaul/populer dalam konteks lagu dan percakapan sehari-hari, terutama di kalangan penggemar musik campursari dan congdut. Meski berasal dari bahasa Jawa ngoko yang biasa, popularitas kata “cidro” melejit lewat lirik lagu yang menceritakan kisah cinta yang berakhir karena pengkhianatan, sehingga kata ini kini identik dengan nuansa kesedihan dan patah hati dalam budaya populer Jawa.

Contoh Penggunaan dalam Kalimat

Berikut beberapa contoh kalimat yang memakai kata “cidro”:

1. “Aku cidro mergo sliramu.” — Aku patah hati karena dirimu.
2. “Aja cidro janji sing wis kok ucapke.” — Jangan mengingkari janji yang sudah kamu ucapkan.
3. “Atiku loro merga dheweke cidro marang aku.” — Hatiku sakit karena dia berkhianat padaku.

Contoh-contoh tersebut menunjukkan bagaimana “cidro” bisa dipakai untuk menggambarkan tindakan mengkhianati maupun perasaan akibat dikhianati.

Kata Terkait / Sinonim dalam Bahasa Jawa

Kata yang berdekatan makna dengan “cidro” antara lain “khianat” dan “selingkuh” dalam konteks hubungan asmara, serta “ingkar” untuk arti mengingkari janji. Untuk perasaan sedih akibat cidro, sering dipakai pula kata “nelangsa” atau “loro ati” (sakit hati).

Penutup

Demikian penjelasan mengenai arti kata “cidro” dalam bahasa Jawa yang populer lewat lagu Didi Kempot. Kata ini menggambarkan betapa dalamnya makna pengkhianatan dan patah hati dalam budaya Jawa.

Artikel Terkait

Tags

Artikel Terbaru