Arti Dewe dalam Bahasa Jawa

Rully Wahyuni

Dewe dalam bahasa Jawa artinya sendiri atau seorang diri. Kata ini termasuk bahasa ngoko yang sangat sering dipakai dalam percakapan sehari-hari masyarakat Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta, baik untuk menunjukkan kesendirian maupun kepemilikan pribadi.

Apa Itu “Dewe”? Penjelasan Lengkap

Secara harfiah, dewe berarti “sendiri” atau “seorang diri” dalam bahasa Indonesia. Kata ini termasuk ragam ngoko yang lumrah dipakai dalam percakapan santai sehari-hari. Untuk ragam krama, biasanya dipakai kata “piyambak” yang memiliki arti serupa namun lebih halus dan sopan.

Selain berarti “sendiri”, kata “dewe” juga sering muncul dalam frasa gabungan seperti “awake dewe” yang berarti “kita” atau “diri kita sendiri”, serta “dewe-dewe” yang berarti “sendiri-sendiri” atau masing-masing secara terpisah. Penggunaan “dewe” ini menunjukkan fleksibilitas kata dalam bahasa Jawa ngoko, yang bisa berubah makna tergantung konteks dan kata yang menyertainya.

Contoh Penggunaan dalam Kalimat

Berikut beberapa contoh kalimat yang memakai kata “dewe”:

1. “Aku mangkat sekolah dewe.” — Aku berangkat sekolah sendiri.
2. “Aku ning kene dewe, kancaku wis mulih.” — Aku di sini sendirian, temanku sudah pulang.
3. “Awake dewe kudu kompak yen arep sukses.” — Kita harus kompak kalau ingin sukses.

Dari contoh-contoh tersebut terlihat bahwa “dewe” bisa berarti sendirian secara harfiah, atau berubah makna menjadi “kita” ketika digabung dengan kata “awake”.

Kata Terkait / Sinonim dalam Bahasa Jawa

Kata yang semakna dengan “dewe” dalam ragam krama adalah “piyambak”. Sementara frasa “dewe-dewe” berarti sendiri-sendiri, dan “awake dewe” berarti kita atau diri kita bersama.

Penutup

Itulah penjelasan mengenai arti kata “dewe” dalam bahasa Jawa beserta contoh penggunaannya. Kata sederhana ini menunjukkan betapa kayanya makna dalam bahasa Jawa sehari-hari.

Artikel Terkait

Tags

Artikel Terbaru